PULUHAN WARGA DUSUN BANJARSARI YANG DIPANDEGANI HADI PURWANTO, S.T.,S.H.,M.H. MENGGELAR KHOTMIL QUR'AN
PULUHAN WARGA DUSUN BANJARSARI YANG DIPANDEGANI HADI PURWANTO, S.T.,S.H.,M.H. MENGGELAR KHOTMIL QUR'AN
GEREBEK
(INFO GIAT KHOTMIL QUR'AN)
Pada hari Minggu Kliwon, 3 Mei 2026 mulai jam 12.30 WIB. sampai dengan selesai, bertempat di komplek makam (punden) Eyang Tumenggung Soekarto Widjoyono (Mbah Sentono) Dusun Banjarsari Desa Kedunglengkong Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto ada kegiatan Khotmil Qur'an oleh puluhan warga Dusun Banjarsari yang dipandegani HADI PURWANTO, S.T.,S.H.,M.H. (Advokat / Pengacara) yang juga sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Hukum (LKH) BARRACUDA INDONESIA dan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) DJAWA DWIPA.
Hadir dalam kegiatan antara lain:
1. Hadi Purwanto, S.T.,S.H.,M.H. (Penanggung jawab kegiatan).
2. H. Ismail Pribadi, S.H. (Mantan Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto
3. Kyai Hasan Mathori (Penasehat kegiatan).
4. Ustadz Khoirul (Panitia kegiatan).
5. Ustadz Miftakhul Karim (Pelaksana kegiatan).
6. Group Sholawat Al-Haddad Djawa Dwipa Desa Kedunglengkong.
9. Tamu undangan.
Dengan susunan acara sebagai berikut:
4). Ceramah Agama oleh Kyai HASAN MATHORI yang intinya menyampaikan: "Kalau ada rejeki yang tidak barokah, itu ibarat orang panen padi tetapi hanya dapat gabuknya atau dedaknya saja. Sekarang saya dan panjenengan kepingin hidup itu masak makan dedak. Hidup ya kepingin makan nasi ya sarinya beras, harus bagaimana ? Saya dan panjenengan kalau mencari apa-apa, harus cari yang sungguh-sungguh, seperti mengaji ini juga begitu. Kalau saya dan panjenengan kepingin hidup enak (bahagia) seperti ini saja, jamaah Khotmil Qur'an itu selalu panjenengan lakukan, ini do'a sudah mujarab. Mujarabnya apa ? Karena ada Sholawatnya, ada Khotmil Qur'an, ada kalimat Thayyibah, dan dapat do'anya bapak saya dan panjenengan semua yang ada di alam kubur. Kalau saya dan panjenengan tidak bersungguh-sungguh atau malas, do'anya akan mengambang (sia-sia). Kalau kepingin hidup enak (bahagia), kepingin hidup barokah, kepingin keluarga panjenengan tidak geleng-geleng, mari bersama-sama berdo'a kepada Gusti Allah melalui wasilah Khotmil Qur'an. Saya berpesan kepada panjenengan semua, kalau panjenengan sudah rutin, dan panjenengan sudah diberi rejeki oleh Gusti Allah, tambah lama tambah banyak. Dan ini kalau orang yang rejekinya tambah banyak tambah banyak, itu biasanya lupa terhadap Khotmil Qur'an, lupa dengan Sholawat. Orang itu kalau sudah diberi Gusti Allah hidup enak (bahagia) biasanya ada cidera (khianat). Kalau diberi rejeki banyak biasanya lupa. Kita ini jangan sampai mengkhianati titipannya Gusti Allah, dan jangan khianati nikmat dari Gusti Allah. Mari kita pertahankan jangan menjauh dari Gusti Allah, jangan menjauh dari Khotmil Qur'an, dan kita kalau mencari apa-apa harus bersungguh-sungguh dan jangan malas. Do'a itu senjatanya orang Islam, semoga do'a kita bersama diijabahi oleh Allah SWT, aamiin."
Setelah selesai ceramah agama, acara ditutup dengan do'a yang dipimpin oleh Kyai Hasan Mathori.
Selanjutnya ramah tamah, semua yang hadir dipersilahkan untuk menikmati hidangan nasi dan lauk pauk yang ada dalam 4 tumpeng, dan air mineral yang sudah disediakan oleh Panitia Kegiatan.
Hadi Purwanto, S.T.,S.H.,M.H. selaku penanggung jawab kegiatan rutinan Khotmil Qur'an mengatakan: "Bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan warga. Setiap bulan kami melaksanakan kirim do'a untuk ahli kubur sebagai bentuk bakti kepada orang tua yang telah meninggal dunia, sekaligus mempererat tali silaturahim antar warga. Dan dalam pelaksanaan Khotmil Qur'an hari ini adalah yang ke 23 kali. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang terus menjaga komitmen untuk hadir. Kami memohon do'a agar seluruh almarhum dan almarhumah yang kita do'akan mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT." (B.Pwk.)
Komentar
Posting Komentar